Posts

Sunnah-sunnah wudhu_bagian_1 (15) Mushannif rahimahullahu berkata, وسننه : السواك، ثمّ التسمية مقرونة بالنية مع أوّل غسل الكفين، والتلفظ بالنية واستصحابها، فإن ترك التسمية في أوّله ولو عمدا أتى بها قبل فراغه، فيقول بسم الله أوَّله وآخره كما في الأكل والشرب، ثمّ غسل الكفين ، فإن لم يتيقن طهرهما كره غمسهما في الماء القليل ومائع قبل غسلهما ثلاث مرّات ثمّ المضمضة ثمّ الاستنشاق، والأفضل الجمع بثلاث غرفاتيتمضمض من كلّ غرفة ثمّ يستنشق بباقيها والمبالغة فيهما لغير الصائم Sunnah-sunnah wudhu antara lain : Siwak, membaca basmalah bebarengan dengan niat saat awal kali mencuci kedua telapak tangan, melafalkan niat dan menjaganya agar selalu ada. Jika tidak membaca basmalah di awal waktu walaupun sengaja, maka dibaca sebelum wudhunya selesai dengan mengucapkan "Bismillahi awwalihi wa akhiri" sebagaimana ketika lupa saat akan makan dan minum. Sunnah berikutnya adalah mencuci kedua telapak tangan. Jika tidak yakin akan kesucian kedua telapak tangannya, makruh mencelupkannya dalam air...
Fardhu wudhu_bagian 3_habis (14) Mushonnif rahimahullah berkata, فروض الوضوء ستة... الرابع : مسح شيء مِن بشرة الرأس أو شعره في حدّه الخامس : غسل الرجلين مع الكعبين وشقوقهما السادس : الترتيب.  فلو غطس صحّ وضوءه وإن لم يمكث ، وتجب الموالات في ضوء دائم الحدث واستصحاب النية حكما. Fardhu wudhu yang keempat adalah mengusap sebagian kulit atau rambut kepala yang masih dalam batas kepala. Fardhu wudhu yang kelima adalah membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki dan pecahan-pecahan yang ada pada kaki. Fardhu wudhu yang keenam adalah urut. Seandainya seseorang mencelupkan dirinya ke dalam air, wudhunya sah walaupun tidak bertahan beberapa saat dalam air. Orang yang punya hadas terus menerus tanpa henti, wajib untuk muwalah dalam wudhu. Wajib mempertahankan niat selama wudhu secara hukum. Penjelasan singkat : Fardhu wudhu yang ke empat adalah mengusap sebagian kepala, baik yang diusap itu kulit kepala atau rambut kepala. Sah mengusap sebagian rambut kepala itu jika rambut te...
Fardhu-fardhu wudhu_bagian 2_(13) Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Bafadl rahimahullah mengatakan, فروض الوضوء ستّة... الثاني : غسل الوجه، وحدّه ما بين منابت شعر رأسه ومقبل ذقنه، وما بين أذنيه فمنه الغمم والهدب والحاجب والعذار والعنفقة بشرا وشعرا وإن كثف. وشعر اللحية وشعر العارض إن خفّ غسل ظاهره وباطنه، وإن كثف غسل ظاهره. ويستحبّ تخليل اللحية الكثة بأصابعه من أسفل. الثالث : غسل اليدين مع المرفقين وماعليهما `` Fardhu wudhu yang kedua, membasuh wajah. Batasan wajah yaitu dari tempat tumbuhnya rambut sampai bawah dagu dan dari telinga satu sampai telinga yang lain. Termasuk bagian wajah adalah rambut yang tumpuh pada dahi, bulu mata, alis, bulu rambut yang sejajar dengan telinga dan rambut di bawah bibir di atas jenggot, semua itu tadi dibasuh baik itu bulunya ataupun kulit di bawah bulu walaupun tebal. Adapun jenggot dan cambang, jika tipis maka wajib dibasuh baik bagian luar ataupun dalamnya. Namun jika tebal, cukup dibasuh bagian luarnya saja dan disunnahkan menyela-nyelai jengg...
Fardhu-fardhu wudhu_Bagian 1 (12 ) Penulis Al-Muqoddimah Al-Hadromiyyah menyebutkan, وفروض الوضوء ستّة : الأول : نيّة رفع الحدث أو الطهارة للصلاة أو نحو ذلك عند غسل الوجه وينوي سَلِس البول ونحوه استباحة فرض الصلاة. وإن توضّأ لسنّة نوی استباحة الصلاة. Fardhu-fardhu wudhu ada enam. Yang pertama, niat mengangkat hadas atau thaharah untuk shalat atau yang semisal dengan itu. Niat ini dilakukan bersamaan dengan membasuh wajah. Orang yang terkena penyakit salisul baul ( keluar air kencing terus menerus ) dan yang semisalnya niatnya adalah agar dibolehkan mengerjakan fadhu shalat. Jika dia berwudhu untuk shalat sunnah, maka niat agar dibolehkan mengerjakan shalat. *Penjelasan singkat:* Fardhu wadhu ada enam, yang pertama adalah niat. Niat tempatnya di dalam hati dan sunnah dilafalkan untuk membantu hati menetapkan niat. Hukum niat secara umum wajib. Niat ini harus ada ketika membasuh bagian wajah pertama kalinya. Jika sebagian basuhan mendahului niat, maka basuhan tersebut harus ...
Sunnah-sunnah fitrah_bagian 2_habis ( 11 ) Penulis Al-Muqoddimah Al-Hadromiyyah rahimahullahu berkata, ويسنّ السواك في کلّ حال...وأن يدهّن غبّا ويكتحل وترا ويقصّ الشارب ويقلّم الظفر وينتف الابط ويزيل شعر العانة ويسرّح اللحية ويخضب الشيب بحمرة أو صفرة والمزوّجة يديها ورجليها بالحناء ويکره القزع ونتف الشيب ونتف اللحية والمشي في نعل واحد والانتعال قاٸما Disunnahkan siwak....dan menggunakan minyak rambut kadang-kadang, bercelak dengan dengan hitungan ganjil, mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, menghilangkan bulu kemaluan, membiarkan jenggot tumbuh, menyemir uban dengan warna merah atau kuning, memakai pacar pada kaki dan tangan bagi wanita yang sudah menikah dan makruh qoza` ( mencukur sebagian rambut saja ), mencabut uban dan jenggot, berjalan dengan satu sandal dan memakai sandal dengan berdiri. Penjelasan singkat: Diantara sunnah-sunnah fitrah selain siwak adalah berikut ini : 1. Menggunakan minyak rambut agar kusut pada rambut dan jenggot hilang. Memakai min...
Sunnah-sunnah fitrah_bagian 1 (10) Penulis Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah rahimahullahu berkata, يسنّ السواك في کلّ حال ويتأكّد للوضوء والصلاة لکلّ إحرام، وإرادة قراءة القرآن والحديث والذكر، واصفرار الأسنان ودخول البيت والقيام من النوم وإرادة النوم ولکلّ حال يتغيّر فيه الفم. ويکره للصاٸم بعد الزوال. ويحصل بکلّ خشن إلّا إصبعه. والأراك أولی ثمّ النخل . ويستحبّ أن يستاك بيابس ندّي بالماء و يستاك عرضا إلّا في اللسان. Disunnahkan bersiwak dalam semua keadaan, namun kesunnahan tersebut lebih ditekankan lagi ketika akan wudhu, shalat setiap akan takbiratul ihram, ketika ingin membaca Alqur`an atau hadits atau dzikir, ketika gigi mulai menguning, ketika hendak masuk rumah, bangun dari tidur ataupun saat hendak tidur dan kapanpun ketika bau mulut berubah. Hukum siwak ini menjadi makruh ketika sudah masuk waktu zawal ( dhuhur ) bagi orang yang berpuasa. Bersiwak bisa menggunakan benda apapun yang kasar kecuali jari tangannya sendiri orang yang bersiwak. Namun yang lebih utama memakai ka...
Hukum penggunaan bejana ( 9 ) Mushannif rahimahullahu berkata, ويحرم استعمال أواني الذهب والفضّة إلّا لضرورة واتّخاذها ولو إناء صغيرا کمکحلة وما ضبّب بالذهب. ولا يحرم ما ضبّب بالفضّة إلّا ضبّة کبيرة للزينة. ويحلّ المموّه بهما إن لم يتحصّل منه شيء بالعرض علی النار. ``Menggunakan bejana ( wadah ) dari emas dan perak hukumnya haram kecuali dalam keadaan darurat. Demikian pula hukumnya juga haram sekedar memiliki wadah tersebut walaupun wadah kecil seperti wadah celak. Wadah yang ditambal dengan emas juga haram hukumnya. Adapun tambalan dari perak tidak haram kecuali tambalan tersebut besar dan hanya bertujuan untuk hiasan saja. Wadah yang disepuh dengan emas dan perak hukumnya boleh ( digunakan ) dengan syarat tidak muncul sesuatu ( meleleh ) ketika didekatkan ( dipanasi ) dengan api.`` Penjelasan singkat: Definisi bejana Yang dimaksud dengan _ina`_( bejana ) adalah sesuatu yang mempunyai ruang kosong untuk menampung udara.( At- Taqrirat As-Sadidah : 67 ) Hukum menggunakan b...