Posts

Showing posts from August, 2019
Kewajiban untuk berijtihad ( berupaya ) menentukan antara benda yang suci dengan yang terkena najis ( 8 ) Penulis Muqaddimah Hadramiyyah rahimahullahu berkata, إذا اشتبه عليه طاهر بمتنجس ، اجتهد وتطهّر بما ظنّ طهارته ولو أعمی. Jika seseorang mendapati dua air yang satu suci dan yang lainnya terkena najis namun tidak tau secara pasti mana diantara keduanya yang suci, maka wajib baginya menentukan salah satu dari keduanya kemudian bersuci dengan pilihannya tersebut bedasarkan persangkaan kuatnya walaupun orang tersebut buta. وأذا أخبره بتنجّسه ثقة وبيّن السبب أو کان فقيها موافقا ، اعتمده Jika ada orang yang dapat dipercaya mengatakan tentang kenajisan satu air ( atau benda yang lain ) dan menjelaskan alasannya atau ada orang yang paham fiqih yang sama madzhabnya ( dalam hal kenajisan air )  mengatakannya tanpa menjelaskan alasannya maka perkataan kedua orang tersebut dijadikan sandaran ( dalam memilih ). Penjelasan singkat Jika seseorang dihadapkan pada dua hal yang belu...
Hukum air yang banyak (7) Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Bafadhl rahimahullahu berkata, وإذا کان الماء قلّتين فلا ينجس بوقوع النجاسة فيه، إلّا إن تغيّر طعمه أو لونه أو ريحه ولو تغيّرا يسيرا Jika air telah mencapai dua qullah, maka tidak bisa menjadi najis hanya semata-mata kemasukan benda najis kecuali jika berubah rasa, warna ataupun baunya walaupun perubahan itu sedikit. فإن زال تغيّره بنفسه أو بماء ، طهر ، أو بمسك أو کدورة تراب، فلا. والجاري کالراکد. Jika perubahan tersebut berubah dengan sendirinya atau dengan sebab air, maka air ( yang ternajisi tersebut ) bisa menjadi suci kembali. Namun jika disebabkan minyak kasturi atau tanah yang menyebabkan air menjadi keruh, maka air tetap najis. Air yang mengalir hukumnya sama dengan air yang menggenang. والقلّتان : خمس مٸة رطل بالبغداديّ تقريبا، فلا يضرّ نقصان رطلين ويضرّ نقصان أكثر. وقدرهما بالمساحة في المربّع : ذراع رربع طولا وعرضا وعمقا. وفي المدوّر -كالبٸر- ذرعان عمقا وذراع عرضا. Dua qullah adalah seukuran kurang lebih ...